Cara Budidaya Artemia Sampai Menghasilkan

Budidaya Ikan Artemia

Budidaya Ikan Artemia

Pembibitan Artemia – Untuk memperoleh bibit lakukan budidaya artemia, kita bisa beli telur kering yng telah diawetkan didalam kaleng.

Dalam soal ini kita bisa terkait dengan Dinas Perikanan Setempat, untuk memperoleh info sekedarnya.

Di Jakarta sendiri sudaah ada penjual telur artemia, yakni PT Ulam Dedana, dengan alamat Jl. Hayam Wuruk No. 4-p X, telepon 352922 – 357563. Di sini telah ada harga telur artemia dan artemia kaleng.

Jika kita sudah memperoleh telurnya, jadi untuk memperoleh bibitnya, telur – telur itu butuh kita teteskan lebih dahulu dengan spesial. Anaknya baru menetas yang kita namakan burayak atau nauplis.

Untuk menetaskan telur artemia, kita membutuhkan wadah yang bening dengan basic berupa kerucut.

Sedang ukurannya bisa berbagai – jenis, dari mulai kemampuan 3 – 75 I. Satu diantara type wadah yang bisa kita buat sendiri dengan gampang yaitu dari kantong plastic dengan ukuran 3 – 5 l.

Membuatnya kita lakukan dengan strika untuk menempatkannya. Supaya pastik tidak gosong, kita berikan susunan kertas plastic kaca (solvent paper).

Jadi air media, kita dapat pakai air laut umum (kandungan garam lebih kurang 30 ml).

Namun untuk meraih hasil penetasan yang tambah baik, kita butuh memakai air berkadar garam 5 mil. Ini bisa kita buat dengan mengencerkan air laut umum dengan air umum.

Supaya pH air laut yang kita encerkan itu tidak turun, namun tetaplah 8 – 9, jadi butuh kita campuri NaHC3 sejumlah 2 g/l.

Terkecuali air laut yang kita encerkan, untuk memperoleh air media penetasan berkadar garam 5 permil itu kita juga bisa membuatnya dengan tiruan.

Karenanya, kita larutkan sebagian jenis bahan kimia ke air tawar.

Budidaya Artemia – Saat Pembesaran

Kurun waktu 24 36 jam sesudah memasukkan telur, umumnya telur – telur itu telah menetas jadi anak artemia yang kita namakan burayak (nauplius).

Pada saat burayak masih tetap belum butuh makan (kurang dari 24 jam telah menetas), mesti selekasnya kita tangkap.

Sebelumnya penangkapan kita mulai, pengudaraannya kita matika dahulu. Lalu sisi atas wadah penetasan kita tutup dengan kain atau plastic hitam.

Sedang sisi bawahnya kita sinari. Kemudian kita tunggulah pada 5 – 10 menit.

Lewat cara sekian, jadi cangkang telurnya yang sudah kosong bakal mengapung ke permukaan, sedang anak artemia bakal mengumpul dibagian bawah, karna tertarik pada sinar.

Setelah itu anak artemia itu kita sedot dengan slang plastik kecil serta kita tampung dengan saringan 125 mikron.

Sesudah habis tersedot lalu kita bersihkan dengan air bersih hingga kotoran – kotorannya hilang semuanya. Anak artemia yang telah bersih tersebut lalu kita pakai jadi bibit budidaya massal.

Pemeliharaan Pembesaran Artemia

Sesudah selesai lakukan budidaya ikan artemia yang hasilkan bibit, setelah itu yaitu pemeliharaan pembesaran.

Bibit yang kita tentukan bisa memakai burayak tingkat nauplius instar l, yang masih tetap belum butuh makan. Jumlah padat penebaran pada 1. 000 – 3. 000 ekor/l.

Penebaran itu kita lekukan mendekati senja, supaya tidak berlangsung surprise karna kenaikan suhu yang menyolok.

Makanan yang kita beri cukup katul padi (dedak halus). Diluar itu, bisa pula beri tepung terigu, tepung beras, ragi roti, ragi bir, ragi laut, dedak gandum, tepung kedelai, serta tepung ganggang.

Ukuran butiran katul yang kita pakai mesti lebih kecil dari 50 mikron. Jika semakin besar dari itu, artemia tidak bisa menelannya.

Untuk melembutkan dedak itu, kita bisa memakai jus (alat untuk buat es juice).

Dedak itu kita ayak dahulu dengan saringan halus, lalu kita larutkan dalam larutan garam (150 g garam dalam 1 l air).

Jumlah dedak yang kita larutkan sejumlah 50 – 150 g per l air garam.

Setelah itu kita jus sekian waktu lamanya, lalu kita saring dengan kain saringan halus (mata saringan 50 mikron).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *