Bocah di Blitar Jadi Korban Penganiayaan Ortunya

Bocah di Blitar Jadi Korban Penganiayaan Ortunya. Tak tanggung-tanggung selain memukul dengan sapu pelaku juga tega menyulut wajah korban dengan rokok. Akibatnya hampir seluruh tubuh sunatul terdapat bekas luka lebam dan memar akibat siksaan tersebut.

Meski begitu pelaku tetap mengelak jika dikatakan telah menyiksa anaknya. Ia berdalih sunatul memang bandel dan tidak mau dinasehati.

Perbuatan sang ayah tersebut terbongkar ketika salah seorang guru di sekolah sunatul merasa curiga dengan tingkah yang terlihat kesakitan. Apalagi sunatul sempat tidak bisa duduk di bangku akibat pukulan di pantatnya.

Kanit reskrim polsek udan awu aiptu endro suyanto membenarkan jika luka-luka di tubuh korban akibat penganiayaan. Hingga kini polisi masih menyelidiki motif penganiayaan tersebut.

Sementara itu korban sunatul badriyah nampak shock akibat perlakuan kasar bapak tirinya itu bahkan bocah kelas enam sekolah dasar ini terlihat trauma.

Jaringan pengedar ganja asal nangro aceh berhasil ditangkap jajaran polres blitar jawa timur. Komplotan pengedar barang haram ini memiliki jaringan luas di malang dan blitar karena selalu menjual ganja dengan harga lebih murah.

tiga anggota komplotan itu masing masing bernama didik prianto alias sandi 25 tahun gunawan 32 tahun keduanya warga kelurahan talun blitar dan armia abdussalam 44 tahun warga lok seumawe aceh utara.

Kepada polisi armia mengakui membeli ganja dari teman-temannya di aceh setiap kilogram seharga 300 ribu rupiah barang haram tersebut lantas dibawa ke malang melalui jalan darat dengan dibungkus pakaian setelah sampai di malang barang tersebut diedarkan oleh didik dan gunawan dengan harga 250 ribu tiap ons.

Menurut kasat narkoba kampung coklat blitar akp purdiyanto terungkapnya jaringan ini setelah anggota reserse narkoba menyaru sebagai pembeli kepada didik prianto usai transaksi didik langsung ditangkap beserta barang bukti ganja seberat 31 koma 5 gram setelah dilakukan pengembangan didik menyebut nama gunawan dan armia sebagai pemasok.

Kini ketiga tersangka diamankan di mapolres blitar guna pengembangan lebih lanjut polisi menduga komplotan ini merupakan jaringan besar sebab mereka menjual ganja dengan harga jauh lebih murah tersangka akan dikenai pasal 82 subsider 78 uu no 22 tahun 1997 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *